Awesome Image
Written By

Memulihkan Dunia dari Krisis, Memulihkan Percaya kepada Bisnis: Sebuah Catatan RUMI-U

Daya Dimensi Indonesia dan Rumah Mentor Indonesia (RUMI) mengadakan seri masterclass webinar RUMI-U, berkolaborasi dengan experts dari enam universitas terkemuka dari empat benua. Dalam acara pertama, RUMI-U mengundang Dr. Paul Mills dan Dr. Patrick Sharry dari Australian Graduate School of Management (AGSM) at the University of New South Wales (UNSW). Acara pertama ini diadakan pada 3 Februari 2021 dan mengangkat tema “Change of Business Ethics and Trust in the Time of Pandemic.” 

Dr. Paul Mills memulai sesi dengan memaparkan riset yang membahas tentang Mutuality Index (Indeks Mutualitas Kepercayaan), yang dikembangkan oleh pakar dari PLuS Alliance (Arizona State University, King’s College London, dan UNSW Sydney). Dalam Mutuality Index, terdapat enam dimensi dalam membangun hubungan kerjasama yang positif:
- Opportunity focus (berfokus pada kesempatan, bukan halangan)
- Suspension of judgment (menghilangkan bias dan asumsi, baik terhadap lawan bicara, situasi, dsb) 
- Contextual vulnerability (mengakui kelemahan secara kontekstual dan saling menguatkan)
- Embracing differences (memanfaatkan perbedaan)
- Sensing patterns (melihat dan memanfaatkan trend/pola yang berulang)
- Persistence (tekun dalam membina hubungan secara terus-menerus)
Dr. Paul juga memberi semangat kepada para peserta acara, bahwa embracing diversity adalah sebuah hal positif yang dapat dilakukan untuk membangun trust; sebuah keunggulan dalam masyarakat Indonesia yang sangat bhinneka. 

Dr. Patrick Sharry sebagai Adjunct Associate Professor at the AGSM@UNSW, melanjutkan dengan mempersembahkan sebuah pola berpikir baru yang penting bagi para business leaders membangun trust di era yang baru. Pola berpikir ini dituangkan dalam 3 pertanyaan ‘How can I’ sederhana yang perlu ditanyakan oleh setiap pemimpin kepada dirinya sendiri dan bisnisnya:
- How can business be a force for good? 
(Bagaimana cara agar bisnis bisa menjadi pendorong inisiatif yang baik?)
Membangun trust berawal dari niat bersama untuk menjalin hubungan yang baik. Selalu tanamkan dalam diri Anda untuk melakukan hal yang baik dan dan menjalankan praktik bisnis yang berintegritas.
- How can I be a good ancestor? – and encourage others to do the same? 
(Bagaimana cara agar saya bisa menjadi leluhur yang baik – dan mengajak orang lain untuk melakukan hal serupa?)
Dr. Patrick mengutip pepatah Native American: “We do not inherit the earth, we borrow it from our children” (Bumi ini bukan sebuah warisan, melainkan sebuah pinjaman). Seperti halnya hukum pinjam-meminjam, agar kita memiliki kredibilitas yang baik, kita harus bisa mengembalikan pokok dan seluruh bunganya dalam keadaan baik. 
- How can I improve my capability to think in systems? 
(Bagaimana cara meningkatkan kemampuan saya untuk berpikir secara menyeluruh?)
Hal ini berangkat dari pemahaman bahwa segala hal yang kita lakukan memiliki dampak langsung maupun tidak langsung terhadap sekitar kita, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan hidup. Dengan berpikir lebih dari diri sendiri atau tujuan bisnis, stakeholders akan mampu melihat dan merasakan manfaat positif dari kebaikan yang dilakukan.

Shanti Poesposoetjipto, menanggapi paparan dari Dr. Paul Mills dan Dr. Patrick Sharry dengan positif, menggabungkan insight yang didapatkan dari kedua expert dengan konteks Indonesia. Ibu Shanti, yang merupakan Chairman RUMI, menyampaikan apresiasinya baik kepada pemerintah maupun masyarakat Indonesia. Beberapa instrumen vital negara mampu bergerak cepat dalam beradaptasi terhadap kondisi pandemi, seperti Kemendikbud yang memajukan digitalisasi pendidikan, Kemenkes yang memastikan ketersediaan vaksin, dan Kementerian BUMN yang memastikan seluruh BUMN padu melalui nilai AKHLAK. Meskipun dihadapkan dalam kondisi sulit, bisnis di Indonesia mampu menjawab tantangan dan menyediakan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan pasar, mulai dari sektor retail, FMCG, hingga marketplace. “Inovasi dan birokrasi yang dapat dipercaya adalah kunci keberhasilan masyarakat dalam suatu negara untuk berhasil dalam era disrupsi. Digitalisasi dan keterbukaan ini didorong oleh generasi muda (gen Y, Z, dan post-Z),” jelas Ibu Shanti.

Terakhir, Dr. Paul Mills juga memberikan 3 leadership tips bagi para pemimpin yang ingin membangun trust, seperti dalam proses mentoring dan membina hubungan profesional: 
- Create psychologically safe space for you and your team to inspire trust and conversation
- Ask genuinely curious questions
- Manage your own biases, including confirmation bias. (GZN)



Read Comments